NUSAPERDANA.COM — Gol penalti Dominik Szoboszlai di masa injury time membuat Newcastle United harus puas berbagi angka dengan Liverpool. Padahal, The Magpies sempat unggul 2-1 lewat gol Anthony Elanga dan Joe Willock, sebelum wasit Stuart Attwell menunjuk titik putih usai Lewis Hall menjatuhkan Victor Munoz di kotak terlarang.
Jaissle tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang ia nilai terlalu lunak. "Saya tidak bisa mengulangi semua yang saya sampaikan ke pemain karena bisa kena denda," ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari laporan resmi klub.
Dukungan Legenda Jadi Energi Tambahan
Laga ini terasa istimewa karena Newcastle memberikan penghormatan untuk legenda mereka, Kevin Keegan. Keluarga Keegan, Alan Shearer, Rob Lee, hingga Tino Asprilla hadir di tribune penonton. Wor Flags, kelompok suporter, membentangkan spanduk raksasa bertuliskan "I want people to dream about their football club" di seluruh stadion.
Suasana emosional itu jelas mempengaruhi performa tim di lapangan. "Jika ada sinergi antara fans dan pemain yang tampil di lapangan, sesuatu yang spesial bisa tercipta," kata Jaissle.
Wajah Baru Newcastle: Berani dan Penuh Intensitas
Musim panas ini Newcastle kehilangan bintang-bintang seperti Alexander Isak, Anthony Gordon, Sandro Tonali, dan Bruno Guimaraes. Pelatih anyar Matthias Jaissle juga belum pernah menangani tim di Premier League. Namun, melawan Liverpool, mereka justru tampil berani dengan tekanan tinggi dan bola-bola langsung ke lini pertahanan lawan.
Amar Dedic, rekrutan anyar senilai 30 juta poundsterling dari Benfica, langsung tampil meyakinkan. Anthony Elanga membuka skor dengan penyelesaian apik, sementara Yoane Wissa mencatatkan 11 duel sukses—terbanyak di antara pemain Newcastle—dan memberikan assist untuk gol Willock.
"Pelatih menuntut saya menjadi pemimpin dan memimpin grup. Dia ingin saya memenangkan bola, memastikan semua orang maju, dan kadang harus tenang," ungkap Wissa kepada Sky Sports.
Penyakit Lama Newcastle Kambuh Lagi
Musim lalu, Newcastle adalah tim yang paling boros kehilangan poin dari posisi unggul, total 27 poin. Pola itu kembali terlihat saat mereka gagal mengamankan kemenangan meski sempat memimpin. Jaissle mengakui timnya seharusnya bisa "membunuh pertandingan" untuk menjadikan skor 3-1 sebelum akhirnya dihukum di masa injury time.
Meski begitu, pelatih asal Jerman itu tetap optimistis dengan performa yang ditunjukkan para pemain mudanya. "Secara keseluruhan, saya sampaikan ke mereka bahwa saya bangga dengan apa yang saya lihat selama 90 menit. Ini adalah titik awal yang sangat bagus," tegasnya.
Newcastle selanjutnya akan menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Manchester City pada akhir pekan depan. Pertandingan itu akan menjadi indikator sejauh mana kesiapan tim asuhan Jaissle bersaing di papan atas.