NUSAPERDANA.COM — Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai gelar FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai modal berharga Timnas Indonesia menuju Piala Dunia. Penilaian itu disampaikan setelah Indonesia menaklukkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Trofi ini menjadi gelar major pertama Indonesia sejak 1991.
Laga final berlangsung sengit hingga babak perpanjangan waktu 120 menit dengan skor 2-2 sebelum ditentukan melalui adu penalti. Erick menyaksikan pertandingan itu bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Trofi Major Pertama Sejak 1991
Gelar tersebut menjadi trofi major pertama Timnas Indonesia sejak 1991. Indonesia juga untuk pertama kalinya menjuarai turnamen resmi yang digelar FIFA.
Pencapaian itu menutup penantian panjang sepak bola nasional. Selama lebih dari tiga dekade, Indonesia beberapa kali melaju ke partai puncak turnamen regional, tetapi selalu gagal membawa pulang trofi.
Erick Minta Pemain Serius Menyiapkan Diri
Erick mengapresiasi perjuangan para pemain dan menekankan pentingnya perbaikan di sejumlah sektor untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
"Saya mengapresiasi perjuangan pemain sampai titik terakhir. Ini pelajaran bagus buat seluruh pemain, buat pelatih, bahwa kalau memang kita mau masuk Piala Dunia, kita harus serius mempersiapkan diri dan tantangannya sangat berat," ujar Erick seperti dikutip dari laman resmi Kemenpora.
Menurut Erick, semangat juang tinggi harus terus dijaga untuk memajukan sepak bola nasional. Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan sebagai persiapan menghadapi turnamen berikutnya di level benua.
"Kita bangsa Indonesia, kita bukan bangsa kalah-kalahan. Kita harus terus meningkatkan sepak bola kita. Ada beberapa kelemahan, ya, mungkin harus kita perbaiki kalau kita mau mempersiapkan untuk nanti di Piala Asia," tegasnya.
Evaluasi dan Persiapan ke Piala Asia
PSSI akan melakukan evaluasi serta memperbaiki sejumlah kelemahan Timnas Indonesia sebagai persiapan menuju Piala Asia. Evaluasi itu mencakup aspek permainan maupun kesiapan tim menghadapi lawan dengan level kompetisi lebih tinggi.
Bagi publik sepak bola Indonesia, gelar ini menjadi titik balik setelah bertahun-tahun hanya berhenti di tahap harapan. Modal trofi dan pengalaman bertanding di bawah tekanan menjadi bekal berharga sebelum Timnas melangkah ke Piala Asia dan jalur kualifikasi Piala Dunia.